Saturday, February 27, 2010

SKETSA RASA ­ SEBUAH DAIRI

Sebuah dairi
sekuntum catatan dari goresan goresan pena
mencatat memori memori luka
pengabadian sebuah sketsa rasa
ekspresi rindu yang pasrah
dendam luka tak tertanggung
dan bau bau hanyir sekuman penyesalan !


Lalu
lembaran lembaran ekspresi itu
ku singkap satu demi satu
seolah ingin meratakan gegaris kusut
dari masaalah masaalah yang tak terhurai
namun aku lebih percaya pada ketenteraman
buat menyirat luka luka yang masih mengalir
memadamkan api yang masih menyala.


Apakah harus ku jelaskan
atau catatkan di lembaran dairi ini
tentang identiti cinta
tentang frustrasi yang tak bersempadan
atau haruskah aku biarkan
calar calar luka terus mengalir hanyir
mengurung seluruh kepedihan
sebagai satu hukuman yang paling wajar (?!!!).



Penanjong
Nob '90 @2000H

No comments:

Post a Comment