Pada menghayati perjalanan melewati Yogyakarta diawal Dis 2000
Aku berlabuh dikotamu Yogyakarta
Untuk mencoret sebuah memori
Lalu dicelah kebinggungan dan ketidakpastian
Ku dampingi mu Yogyakarta
Dengan kedaulatan Keraton mu
Kemegahan Merapi mu
dan keutuhan Borobudur mu.
Bertapa Kota Yogyakarta
Aku seakan berputik disini
Takala menghayati Ngayougkarta Hadiningrat mu
Yang menyimpan pelbagai rahasia
Yang kurang ku mengertikan demi terlalu singkatnya perhentian ini.
Lalu Yogyakarta
Ku daki anak-anak tangga kepuncak Borobudur mu
Mengkagumi keajaiban dan keupayaan masa silam
Dan ku lambaikan tangan ku ke Merapi mu
Kerana aku tahu aku tak bisa terlalu lama disini.
Bertapa Yogyakarta
Menyusuri Malioboro mu – dari gedung dan toko’ kali lima
Ku pahat satu memori diperhentian ini – dengan hadiah waktu
Kerana aku merasa terpikat dengan Kelembutannya
Keramahannya
Dan Keterbukaannya.
Lalu Yogyakarta
Apakah aku akan bisa mampir lagi
Untuk menikmati hidangan di Warung Tender mu ?
Apakah aku akan bisa mampir lagi
Demi keinginan untuk menyentuh Tugu Putih mu ?
Apakah aku akan bisa mampir lagi
Untuk menghitung 345 anak tangga di Imogiri mu ?
Ya, kapankan Yogyakarta
Kita akan bisa bermesra lagi ?
Balikpapan
04 Disember 2000
No comments:
Post a Comment