Di dalam perjalanan menuju utara
ku catat jua untuk dikenang
kerana aku tiada merelakan
kenangan ini berlari semau-maunya
demi aku tau
dihatiku masih ada sensasi
dan dihatimu
masih mengalir duka noda yang pilu.
Lalu diantara linangan airmatamu
aku kembali menuju puncak kesedaran
meniti nurani ku
melalui tiang tiang duka disuara mu
diantara rasa belas
dan debar debar penyesalan
- lantas aku menjadi kaku
pun debar resah ku berbunga kembali
membebani hati.
Dan aku sendiri tidak mengerti
bila tiba tiba hatiku berdetak membilang ketika
membedung duka duka mu di sempadan pagi
mencari pengertian didalam diri
lalu dalam senyum simpati ku berbunga
merelakan hati berbicara semau-maunya
antara tinggi rendah nada nafas mu
tenggelam dalam daya fikir
bersama sebuah catatan hidup yang usang
dikuntum-kuntum gersang.
Reading, Berks
02 Ogos '82



