Saturday, February 27, 2010

EPILOG DIMUSIM GUGUR


-pada menilai persamaan alam, manusia dan reroda kehidupan antara keduanya.



Musim bertukar lagi
dedaun kuning dan kering
lalu gugur kebumi yang basah
meninggalkan ranting ranting telanjang
dipuput bayu tenggara
disirami bintik-bintik hujan musim gugur
dan kita manusia
adalah pemerhati yang setia
melihat evolusi alam
tanpa disedarkan oleh tanda tanya
kenapa ?
kemana ?
hilang nya keindahan
sebentar tadi menghiasi ruang-ruang alam.


Dan tanpa kita sedari
kita adalah laksana pepohon
dimusim gugur
bersama usia yang merangkak
kerana kita manusia
adalah
sebahagian daripada alam sejagat
yang pasrah menerima hakikat
evolusi dan ketuhanan.


Lalu
akan pasrah kah kita
menjadi pepohon
menelanjangi diri dari warna dan keindahan
menatang musim nan berubah
melewati kehendak diri dan kemanusiaan
pada suatu titik waktu
menuju pingggir batas usia ?!




Arborfield, Berkshire.
12 Okt '89

No comments:

Post a Comment