Dikamar ku
ada pena dan warna
dicelah catatan usang yang terbiar
menanti hakisan.
Dan setelah sekian lama
ku biarkan arus arus berlalu
tanpa lukisan pena
tanpa sebuah catatan
membedung ingatan
pun harapan.
Lalu ku capai pena ku kembali
kerana aku patut
aku harus
mencatat dan mencatat lagi
sehingga ketandusan tinta
dan warna
membuahkan lagu lagu puistis
anak anak peribumi.
Bukit Puan
18 Nob '84
No comments:
Post a Comment