Oktober 30
ku catat jua untuk dikenang
demi aku tiada pernah mengerti sendiri
mengapa terlalu sukar buatku
sekadar memadam padamkan sekuntum memori
bersama pengungsi yang sukar difahami.
Ku dampingi mu, Oktober 30
antara lagu lagu indah ditengah sangsi dan pasti
lantas hati hati berpesta riang
melewati bicara bicara gusar dan liar
disetiap perhentian
pun perjalanan meniti senja yang gelisah.
Dan Oktober 30
masih ada imbauan tawa dan tangismu
membungai illusi illusi disepiku
dalam diri memapah tanda tanya
dijembatan bicara bicara sensasi tak bertepi
dihujung kawat -
pada hari hari seterusnya.
pada hari hari seterusnya.
Lalu aku
mematikan diri dilutut sendiri
mencari sekilas pengertian
dari kias bicara pengungsi 30 Oktober
sekadar merelakan sebuah memoir
menjelajahi ruang ruang kekakuan hatiku.
Ya kapankah
kan ku mengertikan sekuntum siratan
dibalik keriangan tanggal 30 Oktober.
Berkshire '82
No comments:
Post a Comment