Wednesday, March 3, 2010

TERIMA KASIH II

Ku lewati jalan jalan yang semakin lengang
ku renungi kamar kamar yang sesekian nya kosong
kerana
sepi hati setiap penghuni
sudah terlalu menebal
dan aku
sudah menjadi terlalu resah
dihimpit sepi dan kekosongan.


Mungkin pada mu
aku hanya pengemis simpati
seketul hati
dan dimusim kemeriahan dulu
aku adalah tetamu hatimu
yang tiada terundang
lalu di hidang
seteguk air tawar
sekadar pembasah tekak.


Tapi aku
hanya bisa melihat
lalu tanpa kepastian dan harapan
kaku tergaman dilutut sendiri
dibanjiri sejuta duka
dibebani sejuta memoir.


Ah, terima kasih ku
pada seteguk air tawarmu
dan
sebuah hadiah sepi
yang tak tertafsir
oleh ku sendiri (!).




Tutong
25 Feb '88

No comments:

Post a Comment